Pesan Kehidupan Dari Tradisi Begalan Banyumasan

Authors

  • Ine Kusuma Aryani Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Arditya Angga Raharja Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Beny Wijarnako Kertopati Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijme.v3i4.74

Keywords:

Begalan Banyumasan, Semiotika Budaya, Nilai Pernikahan, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter.

Abstract

Tradisi Begalan dalam budaya Banyumasan seringkali hanya dipandang sebagai atraksi hiburan pelengkap pernikahan, padahal di balik humor dan dialek Ngapak yang khas, tersimpan kodifikasi nilai filosofis yang krusial bagi ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk membongkar makna simbolik yang tersembunyi dalam properti brenong kepong(peralatan dapur) serta narasi tutur yang dibawakan oleh pelaku seni Begalan. Melalui observasi mendalam dan analisis hermeneutika budaya, studi ini menemukan bahwa setiap artefak—mulai dari ilir, ian, hingga cething—bukan sekadar alat rumah tangga, melainkan metafora visual tentang dinamika domestik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Begalan merepresentasikan "kurikulum" kehidupan pernikahan yang mencakup manajemen konflik, urgensi gotong royong, hingga etika kesederhanaan dalam mengelola ekonomi keluarga. Lebih jauh, tradisi ini menawarkan mekanisme resolusi konflik berbasis kearifan lokal yang relevan untuk meredam tingginya angka perceraian di era modern. Dengan demikian, Begalan tidak semestinya diletakkan sebagai fosil budaya semata, melainkan sebagai media edukasi karakter yang adaptif, yang mengajarkan bahwa keharmonisan rumah tangga dibangun di atas fondasi komunikasi yang setara dan rasa syukur yang autentik.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Aryani, I. K., Raharja, A. A., & Kertopati, B. W. (2025). Pesan Kehidupan Dari Tradisi Begalan Banyumasan. Indonesian Journal of Multidisciplinary Expertise, 3(4), 31–39. https://doi.org/10.31004/ijme.v3i4.74