Penguatan Literasi Media Digital Dalam Melawan Penyebaran Berita Hoax Terhadap Anak Dan Remaja

Authors

  • Mimah Susanti Universitas Islam Negeri Syarif hidayatullah

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijme.v2i2.37

Abstract

Di era digital saat ini penguatan keterampilan digital anak dan remaja semakin penting. Literasi digital melibatkan pemahaman bagaimana menggunakan teknologi digital secara efektif, kritis, dan aman. Memperkuat literasi digital anak-anak dan remaja melalui pendekatan holistik dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan membantu mereka mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk berinteraksi dengan sukses dan aman di dunia digital yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konsumsi berita hoax terhadap anak-anak dan remaja. Berita hoax semakin sering terjadi di era digital, sehingga mempengaruhi perilaku konsumsi informasi, terutama di kalangan kelompok usia muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi persepsi, sikap, dan dampak konsumsi berita hoax terhadap anak-anak dan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi informasi yang salah dapat menimbulkan dampak negatif yang serius pada anak-anak dan remaja. Pertama, berita hoax dapat memengaruhi pemahaman kita tentang realitas dan meningkatkan tingkat kecemasan dan ketakutan yang tidak rasional. Kedua, konsumsi misinformasi juga dapat memengaruhi sikap dan pandangan mereka terhadap masyarakat. Ketiga, konsumsi berita hoax dapat mempersulit anak-anak dan remaja untuk belajar dan mengkritik, karena dapat mempersulit mereka untuk mengembangkan keterampilan penting seperti membedakan fakta dan opini serta mengevaluasi kebenaran informasi proses perkembangan. Penyebaran berita hoax menimbulkan tantangan serius dalam lingkungan digital, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sangat rentan terhadap informasi hoax. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi untuk memerangi prevalensi berita hoax dan memperkuat literasi media digital di kalangan anak-anak dan remaja. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang memperkuat literasi media digital melalui pendidikan formal dan non-formal, kemitraan antara lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas, serta pemanfaatan teknologi sebagai alat pembelajaran merupakan langkah penting dalam memerangi penyebaran berita hoax. Hal itu telah terbukti implikasi praktis dari penelitian ini adalah berbagai pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk meningkatkan literasi media digital anak-anak dan remaja guna menciptakan kesadaran kritis terhadap informasi yang mereka terima di era digital.

Downloads

Published

2024-05-30

How to Cite

Susanti, M. (2024). Penguatan Literasi Media Digital Dalam Melawan Penyebaran Berita Hoax Terhadap Anak Dan Remaja. Indonesian Journal of Multidisciplinary Expertise, 2(2), 44–49. https://doi.org/10.31004/ijme.v2i2.37

Issue

Section

Articles